PENDAHULUAN
Teori makroekonomi memusatkan perhatian dan alisisnya kepada memperhatikan kegiatan ekonomi Negara ditinjau secra global,yaitu secara gambaran yang menyeluruh. Seperti telah diterangkan, analisi makroekonomi antara lain perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah keseluruhan tingkat kegiatan ekonomi Negara mengalami pertumbuhan dan berapa cepatkah pertumbuhannya? Adakah tingkat pertumbuhan tersebit lebih baik atau lebih buruk? Bagaimanaprospeknya ke masa depan?
Suatu perekonomian tidak akan dapat memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut apabila tidak terdapat data mengenai Produk Nasional Bruto,Produk Domesti Bruto dan komponen-komponen lain dari konsep produksi nasional atau pendapatan nasional tersebut. Setiap Negara akan mengumpulkan berbagai informas-informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara kontinu dapat diperhatikan peruban-perubahan tingkat dan corak kegiatab ekonomi yang berlaku. Salah satu informasi penting yang akan dikumpulkan adalah data mengenai pendapatan nasionalnya, yaitu nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu.
I.NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
- Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
- Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
II.PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Misalkan kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti berikut. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Jadi , faktor produksi tersebut menerima pendapatan nasional.
Salah satu indicator tealah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perelonimian pada suatu periode tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perusahaan.
Harus diingat bahwa arus lingkaran output, pengeluaran dan pendapatan itu merupakan tiga cara untuk melihat Pendapatan Nasional.
Jadi Pendapatan Nasional dapat didefinisikan :
> Nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun)
> Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan itu.
> Jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.
Pendapatan Nasional Kotor (GNP)
IPC= —————————————–
Jumlah Penduduk
III.Macam-macam Pendapatan Nasional
Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
- GDP (Gross Domestic Product)
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) aldah seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk warga negara asing dalma periode tertentu biasanya satu tahun.- GNP(Gross Nasional Product)
Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
- NNP (Net National Product)
Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
- NNI (Net National Income)
Net National Income (NNI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode waktu tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax).
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat.
PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)
TP = Transfer Payment
IJS = Iurang Jaminan Sosial
IA = Iurang Asuransi
LD = Laba ditahan
PP = Pajak Perseorangan
Net National Income (NNI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode waktu tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax).
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat.
PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)
TP = Transfer Payment
IJS = Iurang Jaminan Sosial
IA = Iurang Asuransi
LD = Laba ditahan
PP = Pajak Perseorangan
- DI (Disposable Income)
Disposable Income (DI) atau pendapatan bebas adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung (Direct Tax)
DI = PI – Pajak Langsung
Disposable Income (DI) atau pendapatan bebas adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung (Direct Tax)
DI = PI – Pajak Langsung
IV.BEBERAPA KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
- Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
- Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
- Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M). PDB= C+G+I(X-M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
V.PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan per kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.Konsep pendapatan nasional yang biasa dipakai dalam menghitung pendapatan per kapita pada umumnya adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB). Dengan demikian, pendapatan per kapita dari suatu negara dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Pendapatan nasional
Pendapatan perkapita=------------------------------
Jumlah penduduk
VI.FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PENDAPATAN NASIONAL
v Jumlah dan kualitas factor-faktor produksi
Kemampuan suatu Negara untuk meningkatkan pendapatan nasional dan kemakmuran masyarakat banyak tergantung kepada tersedianya kekayaan alam dan sumber daya manusia (SDM). Makin banyak sumber daya yang berkualitas,akan mendorong tercapainya peningkatan pendapatan nasional.
v Tingkat Investasi
Peningkatan investasi yang dilakukan oleh badan usaha milik swasta(BUMS), akn mendorong perluasan lapangan kerja, kenaikan produksi,dan pendapatan nasional.
v Tingkat bunga
Bila tingkat bunga lebih rendah dibandingkan dengan presentase keuntungan dari modal yang ditanamkannya, para pengusaha akan tertarik untuk berinvestasi. Sebaliknya,bila tingkat bnga rendah maka pengusaha enggan untuk berinvestasi lebih, mereka lebih memilih untuk mendepositokan uangnya ke Bank.
v Perkiraan Keadaan Perekonomian Masa Depan
Biasanya pengembalian modal dan keuntungan dari investasi setelah perusahaan beberapa tahun melaksanakan kegiatan produksi. Oleh karna itu, para pengusaha akan menilai apakah perekonomian masa yang akan datang berkembang lebih baik dan menjanjikan keuntungan.
v Tingkat Teknologi
Kemajuan teknologi yang mampu meningkatkan produktifitas dan keuntungan akan mendorong peningkatan investasi baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing).
v Pengeluaran Pemerintah
Peningkatan pengeluaran pemerintah baik untuk keperluan investasi di BUMN, pengadaan sarana dan prasarana, serta usaha (Penanaman Modal dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal).
v Peningkatan ekspor
Menggalakan ekspor migas dan nonmigas selalu diupayakan, karena bila nilai ekspor lebih besar dari impor akan menghasilkan devisa. Devisa yang digunakan untuk mengim[or barang-barang modal yang dapat mendorong peningkatan produksi dalam negeri,kesemuanya itu dapat berpengaruh pada naiknya pendapatan nasional.
VI. MANFAAT PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
v Dapat mengetahui ektor-sektor ekonomi mana yang turut andil dalam pemasukan pendapatan nasional dan berapa besar kontribusi masing-masing.
v Dapat mengetahui sector ekonomi mana yang palig dominan kontribusinya dalam pemasukan pendapatan nasional dan sector mana yang haryus ditingkatkan.
v Dapat mengetahui sumber daya mana yang masih potensial dan bagaimana sumber daya tersebut dapat ditingkatkan menjadi produk andalan yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.
v Dapat mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemakmuran masyarakat. Bila pendapatan nasional dan pendapatan per kapita tinggi,tidak dengan sendirinya rakyat dalam Negara itu secara keseluruhan makmur. Hal itu berhubungan dengan keadilan system distribusi pendapatan. Bila distribusi pendapatan tidak merata maka akan terjadi gap yang terlau besar,sehingga kemakmuran bagi sebagia besar rakyat tidak tercapai
v Dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menetapan kebijakan ekonomi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber :
Rahardja, Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi(Microekonomi dan macroekonomi) edisi revisi. Jakarta : FEUI
http://118.98.223.162/mapok/mp_files/swf/f93.swf
makroekonomi SADONO SUKIRNO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar