NO

HAY...SALAM CERIA. BAGI YANG MAU COPAS TOLONG CANTUMKAN SUMBERNYA. BIAR GAK ADA PIHAK YANG DIRUGIKAN.OKEY (^0^) SELAMAT MEMBACA

Selasa, 08 Maret 2011

NERACA PEMBAYARAN


PENDAHULUAN

            Teori makroekonomi memusatkan perhatian dan alisisnya kepada memperhatikan kegiatan ekonomi Negara ditinjau secra global,yaitu secara gambaran yang menyeluruh. Seperti telah diterangkan, analisi makroekonomi antara lain perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Adakah keseluruhan tingkat kegiatan ekonomi Negara mengalami pertumbuhan dan berapa cepatkah pertumbuhannya? Adakah tingkat pertumbuhan tersebit lebih baik atau lebih buruk? Bagaimanaprospeknya ke masa depan?
            Suatu perekonomian tidak akan dapat memberikan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut apabila tidak terdapat data mengenai Produk Nasional Bruto,Produk Domesti Bruto dan komponen-komponen lain dari konsep produksi nasional atau pendapatan nasional tersebut. Setiap Negara akan mengumpulkan berbagai informas-informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara kontinu dapat diperhatikan peruban-perubahan tingkat dan corak kegiatab ekonomi yang berlaku. Salah satu informasi penting yang akan dikumpulkan adalah data mengenai pendapatan nasionalnya, yaitu nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu.

I.NERACA PEMBAYARAN
 Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

II.PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL

Misalkan kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti berikut. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Jadi , faktor produksi tersebut menerima pendapatan nasional.
Salah satu indicator tealah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perelonimian pada suatu periode tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perusahaan.
Harus diingat bahwa arus lingkaran output, pengeluaran dan pendapatan itu merupakan tiga cara untuk melihat Pendapatan Nasional.
Jadi Pendapatan Nasional dapat didefinisikan :
> Nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu periode tertentu (satu tahun)
> Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan itu.
> Jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut.
Pendapatan Per Kapita / Income Per Capita (IPC) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu Negara.
        Pendapatan Nasional Kotor (GNP)
IPC= —————————————–
                 Jumlah Penduduk


III.Macam-macam Pendapatan Nasional


Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
- GDP (Gross Domestic Product)
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) aldah seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk warga negara asing dalma periode tertentu biasanya satu tahun.
- GNP(Gross Nasional Product)
Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
GNP = GDP – Produk nasional terhadap luar negeri.
- NNP (Net National Product)
Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP – (penyusutan + barang pengganti modal)
- NNI (Net National Income)
Net National Income (NNI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode waktu tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax).
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat.
PI = (NNI + TP) – (IJS + IA + LD +PP)
TP = Transfer Payment
IJS = Iurang Jaminan Sosial
IA = Iurang Asuransi
LD = Laba ditahan
PP = Pajak Perseorangan
- DI (Disposable Income)
Disposable Income (DI) atau pendapatan bebas adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung (Direct Tax)
DI = PI – Pajak Langsung

IV.BEBERAPA KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
  • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (XM). PDB= C+G+I(X-M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

V.PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan per kapita (per capita income) adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu, yang biasanya satu tahun. Pendapatan per kapita bisa juga diartikan sebagai jumlah dari nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.Konsep pendapatan nasional yang biasa dipakai dalam menghitung pendapatan per kapita pada umumnya adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB). Dengan demikian, pendapatan per kapita dari suatu negara dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
                                    Pendapatan nasional
Pendapatan perkapita=------------------------------
                                    Jumlah penduduk

VI.FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PENDAPATAN NASIONAL
           
v Jumlah dan kualitas factor-faktor produksi
Kemampuan suatu Negara untuk meningkatkan pendapatan nasional dan kemakmuran masyarakat banyak tergantung kepada tersedianya kekayaan alam dan sumber daya manusia (SDM). Makin banyak sumber daya yang berkualitas,akan mendorong tercapainya peningkatan pendapatan nasional.

v Tingkat Investasi
Peningkatan investasi yang dilakukan oleh badan usaha milik swasta(BUMS), akn mendorong perluasan lapangan kerja, kenaikan produksi,dan pendapatan nasional.

v Tingkat bunga
Bila tingkat bunga lebih rendah dibandingkan dengan presentase keuntungan dari modal yang ditanamkannya, para pengusaha akan tertarik untuk berinvestasi. Sebaliknya,bila tingkat bnga rendah maka pengusaha enggan untuk berinvestasi lebih, mereka lebih memilih untuk mendepositokan uangnya ke Bank.

v Perkiraan Keadaan Perekonomian Masa Depan
Biasanya pengembalian modal dan keuntungan dari investasi setelah perusahaan beberapa tahun melaksanakan kegiatan produksi. Oleh karna itu, para pengusaha akan menilai apakah perekonomian masa yang akan datang berkembang lebih baik dan menjanjikan keuntungan.

v Tingkat Teknologi
Kemajuan teknologi yang mampu meningkatkan produktifitas dan keuntungan akan mendorong peningkatan investasi baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing).
v Pengeluaran Pemerintah
Peningkatan pengeluaran pemerintah baik untuk keperluan investasi di BUMN, pengadaan sarana dan prasarana, serta usaha (Penanaman Modal dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal).

v Peningkatan ekspor
Menggalakan ekspor migas dan nonmigas selalu diupayakan, karena bila nilai ekspor lebih besar dari impor akan menghasilkan devisa. Devisa yang digunakan untuk mengim[or barang-barang modal yang dapat mendorong peningkatan produksi dalam negeri,kesemuanya itu dapat berpengaruh pada naiknya pendapatan nasional.


VI. MANFAAT PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

v Dapat mengetahui ektor-sektor ekonomi mana yang turut andil dalam pemasukan pendapatan nasional dan berapa besar kontribusi masing-masing.
v Dapat mengetahui sector ekonomi mana yang palig dominan kontribusinya dalam pemasukan pendapatan nasional dan sector mana yang  haryus ditingkatkan.
v Dapat mengetahui sumber daya mana yang masih potensial dan bagaimana sumber daya tersebut dapat ditingkatkan menjadi produk andalan yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.
v Dapat mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemakmuran masyarakat. Bila pendapatan nasional dan pendapatan per kapita tinggi,tidak dengan sendirinya rakyat dalam Negara itu secara keseluruhan makmur. Hal itu berhubungan dengan keadilan system distribusi pendapatan. Bila distribusi pendapatan tidak merata maka akan terjadi gap yang terlau besar,sehingga kemakmuran bagi sebagia besar rakyat tidak tercapai
v Dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menetapan kebijakan ekonomi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan masyarakat.



Sumber :
Rahardja, Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi(Microekonomi dan macroekonomi) edisi revisi. Jakarta : FEUI
http://118.98.223.162/mapok/mp_files/swf/f93.swf


makroekonomi SADONO SUKIRNO

Selasa, 01 Maret 2011

MENGGUNAKAN INTERNET


Saya menggunakan internet untuk melakukan searching bahan tugas jika tidak ada di buku. Selain itu juga internet membantu saya untuk mengetahui berita-berita yang sedang update di bicarakan dalam negeri ataupun luar negeri. Banyak jejaring social yang terdapat di internet seperti facebook,twitter,ym,msn,blog,dan masih banyak yang lainnya.yang saya sering saya buka facebook dan blog. Disamping itu saya menggunakan internet untuk mendownload lagu,video,gambar dan lain-lain.  

Senin, 14 Februari 2011

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

PENDAHULUAN
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama.
Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.
A.ARTI SISTEM
Banyak ahli ilmu yang nengemukakan pendapatnya mengenai arti sistem,namun apapun definisinya suatu sistem perlu memiliki ciri sebagai berikut (Suroso, 1993):
>Setiap sistem memiliki tujuan.
>Setiap sistem mempunyai “batas” yang memisahkan dari lingkungan.
>Walupun mempunyai batas,sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkunganya.
>Suatu sistem dapat berdiri dari beberapa subsistem yang biasa juga disebut dengan bagian, unsur, atau komponen.
>Walaupun sistem tersebut terdiri dari berbagai komponen,bagian,atau unsur-unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari bagian-bagian, unsur, atau unsur tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau memiliki sifat WHOLISH.
>Terdapat saling berhubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
>Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering disebut juga sebagai PROCESSOR atau TRANSFORMATOR.
>Di dalam setiap sistem terdapat mekanis kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.
>Karena adanya mekanisnya kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan otomatik.
B.PENGERTIAN SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
>Perekonomian terencana ( etatisme/sosialis )
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi saat itu. Komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
Sistem sosialis sendiri terdiri dari:
Sistem sosialis pasar,dengan karakteristik:
*Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
*Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan dikoordinasi oleh pasar.
*Rangsangan dan insentif diberikan berupa materi dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
Sistem sosialis terancana (komunis)dengan karateristik:
*Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
*Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikoordinasi secara terencana.
*Rangsangan dan insentif diberikan berupa materi dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.
>Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
>Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-

Sabtu, 18 Desember 2010

SEPUTAR MATA DAN MENAJAMKAN KECERDASAN

Nervus II ( Nervus Optikus ) adalah saraf yang berhubungan dengan penglihatan.
Mata dan nervus optikus berkembang sebagai pertumbuhan keluar dari otak embrionik sehingga saraf ini terbungkus oleh meningen. Badan selnya terletak di retina dan aksonnya kembali ke nervus optikus menuju kiasma optikus dimana terjadi penyilangan akson dari bagian nasalis retina namun akson dari sisi temporalis tidak menyilang. Kemudian membentuk traktus optikus di setiap sisi.
Mata adalah jendela jiwa. Mata adalah tonjolan otak yang keluar dan terletak pada kedua rongga mata.

Tuhan sudah menciptakan mata begitu ajaib dan luar biasa. Mengapa kita dengan sengaja menutup mata untuk melatih dan mengembangkan “ otak tengah “.
Menurut pandangan kami “ otak tengah “ yang dimaksud adalah naluri, adalah instink. Mengapa oh mengapa ?
Kita diberi anugerah untuk melihat tetapi kita menutupnya dengan sengaja. Lain cerita apabila memang dilahirkan buta atau mata rusak karena penyakit atau kecelakaan. Apakah dengan menutup mata maka kita menajamkan mata bathin ?
Ataukah kita berusaha menandingi Pencipta yang sudah mencipta mata tetapi kita meniadakan dengan sengaja keberadaan mata ?
Adakah logis kita menutup mata untuk meningkatkan kecerdasan?
Mengapa di Kedokteran tidak dipelajari cara belajar dengan mudah dengan metode tutup mata ?
Pendapat kami sebagai seorang Dokter, bahwa mata yang sudah dianugerahkan tidaklah baik ditutup dengan sengaja hanya untuk menajamkan kecerdasan.
Apalagi bisa mengetahui tulisan atau warna dengan tutup mata. Ataukah ini sudah ranahnya magic ?
Salahkah guru yang mengatakan, buka mata lebar- lebar dan jangan tertidur, perhatikan sungguh- sungguh pelajaran. Seharusnya guru mengatakan tutup mata dan tajamkan kecerdasan .
Apakah harus dibutakan Tuhan mata jasmani kita agar mata rohani dimelekkan ketimbang mata kita melihat tetapi mata rohani kita tertutup ?

Sekian dan Terimakasih

http://www.seputarkesehataninstitute.com/2010/07/seputar-mata-dan-menajamkan-kecerdasan.html

SEPUTAR PEMIKIRAN (RASIONAL) , PERASAAN (EMOSIONAL), DAN KEYAKINAN ( SPIRITUALITAS, IMAN ) YANG SEHAT

Apa yang aku pikirkan demikianlah aku adanya apabila pikiran itu menguasaiku terus menerus dan menjadi begitu mendalam, menguasai sendi- sendi kehidupanku. Jika aku berpikir terus menerus aku sakit maka aku bisa jatuh sakit.
Maka hati- hatilah dengan pikiran, karena pikiran bisa menyesatkan dan menjauhkan kita dari Tuhan Pencipta.

Pikiran bisa membuat kita stress, berandai- andai, berperang dalam diri, dan berbagai bentuk penampilan secara pemikiran yang akan menunjukkan bahwa bukan apa yang masuk ke dalam tubuh yang menyesatkan diri tetapi apa yang keluar dari pemikiran ( buah pikiran ) itu yang bisa menjadi menyesatkan diri serta menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Maka perlu kita menjaga kesehatan pikiran dengan memberinya nutrisi yang sehat antara lain mengisinya dengan pengenalan yang benar akan Sang Khalik dan membaca, memikirkan, merenungkan dan menjalankan apa yang Tuhan Firmankan pada manusia ciptaanNya.
Sehingga pikiran kita tidak dikuasai ego tetapi tunduk di bawah kuasa Sang Pencipta.

Perasaan ( Emosi ) yang terlalu menguasai dan tidak bisa dikendalikan akan juga membuat kita nampak cengeng, labil ( tidak stabil ) dan bertingkah polah seperti kekanak- kanakan.
Perasaan yang pusat emosi dalam tubuh pada Limbic System akan muncul dalam bentuk cemas (anxietas), takut ( phobia ) , khawatir, terharu, sedih, senang, ,bahagia, cinta , sex dan lain- lain.
Tanpa perasaan , dunia ini terlihat kaku dan gersang, terlalu memakai perasaan maka dunia ini terlalu lembek dan tidak terkendali. Perasaan itu perlu, sehingga kita nampak manusiawi, tanpa perasaan maka kita nampak hewani adanya.
Di atas pikiran dan perasaan haruslah bertakhta keyakinan( Spiritualitas, Iman ), sebab dengan adanya keyakinan atau iman yang hanyalah pemberian Tuhan semata maka kita bisa menundukkan pikiran dan perasaan sehingga mempercayai Sesuatu yang tidak kita lihat dan berserah penuh kepada Sesuatu yang kita akui sebagai Sang Pencipta.
Apalah gunanya kuperoleh seluruh dunia ini dengan pola pikir dan perasaanku yang terdalam kalau jiwaku binasa ?
Maka sebagai manusia yang sehat secara Jasmani dan Rohani seharusnyalah memiliki Pikiran yang Takut akan Tuhan, memiliki Perasaan mensyukuri, mengagungkan dan memuji kebesaran Kasih Tuhan di dalam Keyakinan atau Iman sejati pada Dia yang telah berkenan menganugerahkan Pikiran , Perasaan dan Keyakinan ( Iman ) yang semua itu hanyalah Anugerah semata.
Kita dapat berpikir karena Tuhan menganugerahkan Otak dengan segala kehebatannya yang terdiri dari triliunan sel syaraf dan neurotransmitter yang begitu ajaib, yang hanya bisa kita tiru dengan sebentuk komputer yang jauh kecanggihan dan kehebatannya di bawah dari otak yang sudah Tuhan anugerahkan.

Kita punya perasaan atau emosi karena Tuhan menganugerahkan Limbik System sehingga kita dapat mengalami cemas, takut, khawatir , sedih, senang, bahagia, nikmat dan sebagainya sehingga hidup ini berwarna. Ada saat untuk menangis, ada saat untuk tertawa, ada saat untuk menabur, ada saat untuk menuai . Kita semua dapat merasakan Anugerah Umum dengan kemanusiaan kita semata .
Dan untuk dapat merasakan Anugerah Khusus hanyalah karena keyakinan atau Iman yang Dia anugerahkan dengan Tangan KasihNya.
Adakah aku sudah menaklukkan pikiranku, perasaanku, jiwa ragaku dan seluruh apa yang Dia telah anugerahkan padaku di bawah kaki Tuhan ?
Sehingga hari ini Kesehatan Jasmani dan Rohani yang prima aku alami ??? Tuhan tolonglah kami ciptaanMu. Amin.

http://www.seputarkesehataninstitute.com/2010/07/seputar-pemikiran-rasional-perasaan.html

PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi di Indonesia diumpamakan seperti penyakit endemis dan berakar di sejarah. Tingkat inflasi di Malaysia dan Thailand senantiasa lebih rendah. Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent (“kalau perlu uang, cetak saja”). Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan inflasi - akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, antara lain oleh karena Bank Indonesia masih punya misi ganda, antara lain sebagai agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas. Baru di zaman reformasi, mulai di zaman Presiden Habibie maka fungsi Bank Indonesia mengutamakan penjagaan nilai rupiah. Tetapi karena sejarah dan karena inflationary expectations masyarakat (yang bertolak ke belakang, artinya bercermin kepada sejarah) maka “inflasi inti” masih lebih besar daripada 5 persen setahun.

Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Mungkin hal itulah yang terus diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.

Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya

http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi_dan_perekonomian_Indonesia

BISNIS INTERNASIONAL

Pengertian Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis, baik pemerintah maupun swasta, yang melibatkan dua negara atau lebih.

Mengapa kita perlu tertarik mempelajari bisnis ini?
Jawaban sederhananya adalah bisnis ini meliputi bisnis skala besar maupun berkembang dari seluruh bidang usaha. Hari ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, akan terpengaruh oleh kegiatan dan kompetisi global, karena sebagian besar menjual keluar dan/atau investor yang aman dari luar negeri dan/atau bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri.
Beberapa perusahaan yang terlibat dalam beberapa bentuk bisnis internasional melakukan kegiatan ekspor dan impor dalam transaksinya.
Dalam kegiatan bisnis internasonal tidak hanya meguntungkan bagi perseorangan saja ataupun pemilik perusahaan, melainkan juga menguntungkan bagi Negara. Karena dalam perdagangan internasonal ataupun bisnis internasonal kedua Negara yang berhubungan pasti saling terlibat dan dalam dunia bisnis internasonal setiap barang yang masuk kedalam negeri dari luar negeri maupun bentuk barang dan invektor pasti di kenakan biaya masuk dan biaya itu menghasilkan devisa bagi Negara tersebut.
Banyak dari ahli-ahli bisnis ini menyatakan bahwa ekspor adalah proses logis yang alami alam, terutama dilihat sebagai metode pemahaman negara sebagai target, yang sesuai dengan perpaduan pemasaran, mengembangkan rencana pemasaran berdasarkan penggunaan gabungan , melaksanakan rencana melalui strategi, dengan menggunakan metode kontrol untuk memastikan strategi untuk bertahan.
Proses ekspor ini dikaji dan dievaluasi secara berkala dan dimodifikasi yang dibuat dengan menggunakan percampuran, untuk mendapatkan pangsa pasar yang berdampak pada perubahan daya saing. Pandangan ini tampaknya menunjukkan bahwa banyak teori bisnis internasional yang berkaitan dengan perusahaan yang berbasis internasional dan mempunyai ambisi-ambisi global, tidak sering berubah tergantung pada kebutuhan khusus dari setiap negara.

Inti masalah lain bisnis internasional adalah pertumbuhan perusahaan, pentingnya jaringan dan interaksi. Pandangan ini tampak pada cara dimana perusahaan dan organisasi berinteraksi dan membentuk jaringan, dimana satu sama lain memperoleh keuntungan komersial di pasar dunia.
Jaringan yang sama dapat menggunakan sub-kontraktor atau komponen, berbagi penelitian dan pengembangan atau biaya operasi yang sama. Jelas, ketika usaha merumuskan sebuah blok perdagangantanpa hambatan internal, maka mereka benar-benar membuat jaringan mereka sendiri. Kolaborasi dalam aerospace, manufaktur kendaraan dan teknik yang disponsori semua pembangunan suatu negara atau sekelompok negaraberdasarkan pandangan mereka sendiri membangun jaringan internal pasar.
Jaringan dan interaksi pendekatan internationalisasi menunjukkan substansi yang dapat mempengaruhi keputusan ketika mengetahui bagaimana jaringan global pemain bekerja atau berinteraksi. Misalnya, jaringan pasar yang penting adalah di Timur Tengah. Negara-negara Timur Tengah yang kaya, pasar yang berbeda, dengan bersemangat dan beragam warisan budaya. Ini berarti bahwa meskipun ada proses harmonisasi selama beberapa tahun terakhir, tetapi masih ada perbedaan.
Harus diakui bahwa karena peraturan dan kebutuhan negara-negara harus kembali karena mereka memasuki pasar global atau bisnis internasional, melakukan apapun jenis usaha dapat sangat kompleks. Harus diingat bahwa meskipun negara-negara Timur Tengah yang rata-rata berpenghasilan rendah, mereka ingin perbedaan budaya mereka diakui. Individu atau perusahaan yang akan atau telah mengakui fakta ini memiliki kesempatan yang baik berhasil mengembangkan strategipemasaran bisnis internasional untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untungnya, beberapa perusahaan telah menyadari perbedaan ini penting, ketika keputusan strategis dibuat untuk penetrasi ke pasar-pasar jenis ini.

TAHAP MENJADI PEMASAR INTERNASONAL
untuk menjadi bisnis internasonal tidaklah menjadi begitu saja. Melainkan melalui beberapa tahap.

1.no foreign marketing
Bisnis sudah berhubungan dengan dunia internasonal tetapi bukan karena inisiatif atau belum ada usaha sendiri untuk memasarkan ke pasar luar negeri

2.infequent foreign
perusahaan bisnis mulai memasarakan sendiri kepasar luar negeri tetapi kalau hanya mempunyai surplus produksi

3. Regular foreign
Produsen bisnis mempunyai perancanaan untuk memasarkan produknya kepasar asing. Di pasarkan sendiri atau melalui penyalur domestic maupun distributor asing.

4. Global marketing operation
Pada phase ini produsen benar-brnar telah terlibat dengan dunia bisnis internasonal secara gelobal.

LINGKUNGAN INTERNASONAL

ekonomi suatu Negara di pengaruhi oleh beberapa hal: populasi,struktur industry dan distribusi pendapatan . pada dekate ini lebih dari 75% penduduk dunia tingal di Negara –negara selatan yang hanya mampu memeproduksi produk dunia (GNP) sebesar 20% dari fokosumsi dunia. Sedangkan dunia utara yang hanya berpenduduk 25% mampunyai 80% dari (GNP) dunia.


sumber :
http://www.anneahira.com/karir/bisnis-internasional.htm
http://rudyminory.blogspot.com